IT Forensik

IT Forensik atau yang lebih dikenal dengan Digital Forensik. Digital Forensik merupakan turunan dari disiplin ilmu dari teknologi informasi, dalam hal ini terutama dari ilmu IT security yang membahas tentang keamanan digital berupa temuan bukti setelah suatu peristiwa terjadi. Kata Forensik memiliki arti yaitu membawa ke pengadilan. Sehingga dapat dikatakan menurut istilah di bidang IT. Digital Forensik merupakan ilmu yang menganalisa sebuah barang bukti yang berbentuk digital sehingga nantinya dapat dipertanggung jawabkan di hadapan pengadilan. Tujuan IT Forensik untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Kegiatan forensik komputer sendiri adalah suatu proses mengidentifikasi, memelihara, menganalisa dan mempergunakan bukti digital berdasarkan hukum yang berlaku. Dari hasil forensik itulah menghasilkan bukti digital, bukti digital adalah informasi dalam bentuk/format digital. Bukti digitaln ini bisa berupa bukti riil maupun abstrak (perlu diolah terlebih dahulu sebelum menjadi bukti yang riil). Beberapa contoh bukti digital antara lain :
1. E-mail
2. Spreadsheet file
3. Source code software
4. File bentuk image
5. Video
6. Audio
7. Web browser bookmark, cookies
8. Deleted file
9. Windows registry
10. Chat logs
Terdapat empat elemen kunci forensik yang harus diperhatikan berkenaan dengan bukti digital dalam Teknologi Informasi, adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi dalam bukti digital
Merupakan tahapan paling awal dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan.
2. Penyimpanan bukti digital
Bentuk, isi, makna bukti digital hendaknya disimoan ditempat yang steril. untuk benar benar memastikan tidak ada perubahan, hal ini sangat vital, karena sedikit saja perubahan dalam bukti digital, akan merubah hasil penyelidikan.
3. Analisa bukti digital
Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum disserahkan kepada pihak yang membutuhkan, pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus kasus yang dihadapi.
4. Presentasi bukti digital
Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan tadi telah dilalui, terlepas dari ukuran obyektifitas yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan modal untuk ke pengadilan. Proses digital dimana bukti digital akan dipersidangkan, diuji otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini menjadi penting, karena disinilah proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian
Comments
Post a Comment